Tampilkan postingan dengan label teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teknologi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 November 2019



Apa Itu Domain? 



1.Pengertian Domain


Domain adalah alamat yang akan mengantarkan Anda ke website yang Anda tuju. Pada dasarnya, domain merupakan bentuk sederhana dari alamat IP yang berupa kombinasi angka rumit. Dengan banyaknya website yang tersebar di internet, menghafalkan kombinasi angka tersebut tentu sangat sulit.
Fungsi domain merupakan alat untuk mengidentifikasi sebuah web hosting. 
Untuk memiliki nama domain Anda sendiri, maka Anda perlu mendaftarkan nama domain yang Anda inginkan tersebut. Domain akan terdaftar di organisasi bernama ICANN (Internet Corporation for Assigned Names and Numbers) yang menentukan ekstensi domain apa saja yang bisa digunakan.
Saat mendaftarkan nama domain, Anda dapat memilih nama website Anda dan ekstensi domain sesuai keinginan Anda.
Namun perlu diingat, Anda tidak bisa mendaftarkan nama domain yang sudah terdaftar. Setiap nama domain adalah nama unik, yang artinya tidak akan ada dua nama domain aktif yang sama persis.

2.Apa itu Domain dan Subdomain?


Domain dan subdomain tidak dapat dipisahkan. Subdomain bisa digunakan untuk memisahkan domain lain yang masih merupakan turunan dari domain utama yang Anda miliki. Di Niagahoster, Anda bisa mendapatkan subdomain gratis apabila memiliki domain yang terdaftar di sini.
Subdomain merupakan alias dari domain Anda. Biasanya, subdomain akan memuat kata atau nama yang lebih khusus dari keseluruhan website Anda. blog.domain.commerupakan subdomain dari www.domain.com. Kata “blog” yang berada di depan “domain.com” inilah yang disebut dengan subdomain.
Subdomain biasanya digunakan agar konten yang berada di dalamnya tidak tercampur dengan konten utama dari website yang dimiliki user. Jika Anda memiliki toko online namun Anda juga ingin memberikan edukasi tentang barang yang Anda pasarkan, Anda dapat membuat subdomain “blog“. Dengan adanya subdomain ini, Anda tidak akan bingung menempatkan artikel tanpa merusak estetika toko online Anda.
Tidak hanya berguna untuk memisahkan konten khusus dari domain utama Anda, subdomain memiliki manfaat lain. Kegunaan subdomain diantaranya adalah:
  • *Search engine melihat subdomain sebagai website unik yang tidak terhubung dengan domain utama Anda. Hal ini berarti, peringkat subdomain Anda juga bisa naik dan menjajari domain utama. Tentunya, hal ini berarti Anda bisa menggeser turun website kompetitor.

  • *Jika digunakan dengan benar, subdomain juga bisa langsung terindeks dengan cepat dan mendapatkan manfaat dari domain utama.
Selain subdomain, domain juga umumnya dibagi ke dalam tiga kategori, yakni Top Level Domain, Second Level Domain, dan Third Level Domain.
3.TLD atau Top Level Domain
Sejatinya, Top Level Domain merupakan ekstensi domain yang berada di belakang nama website. TLD sendiri adalah ekstensi yang sudah sangat populer. Diantaranya, .com, .net, .gov, .orgdan lain-lain. Banyak yang lebih memilih menggunakan Top Level Domain karena berbagai alasan. Salah satunya adalah karena lebih mudah diingat dan lebih umum. Alasan ini biasanya digunakan oleh website yang sifatnya lebih personal atau tidak merujuk ke suatu organisasi tertentu. Top Level Domain juga membuat hosting/website klien memiliki peringkat yang lebih unggul di search engine Google.

4.SLD  atau Second Level Domain


SLD adalah nama domain yang Anda daftarkan. Cara membaca domain adalah dari bagian paling belakang, kemudian lanjut ke depan. Nah, pada domain Kevinryuu.co.id, nama “kevinryuu” itulah yang disebut dengan SLD. Lebih mudahnya, Anda dapat mengartikan SLD sebagai nama website Anda.


5.Third Level Domain


Atau yang seringkali disebut juga sebagai subdomain. Letaknya berada paling depan dari kesatuan URL nama domain yang Anda miliki. Misalnya, “www.kevinryuu.co.id“, maka “www” inilah yang dikategorikan sebagai Third Level Domain.


6.Perbedaan TLD dan gTLD Domain

Ada dua jenis TLD atau ekstensi domain yang sering digunakan, yakni gTLD dan ccTLD. Kebanyakan user tidak menyadari perbedaannya, karena sama-sama sering ditemui pada website dengan peringkat tinggi di search engine seperti Google.
7.gTLD atau Generic Top Level Domain 
adalah domain dengan ekstensi umum dan paling banyak digunakan user di dunia.  Domain yang terdapat pada jenis ini memiliki akhiran .com, .net, .biz, .org, .edu, dan lain-lain. Tiap-tiap ekstensi juga memiliki penjelasan dan kegunaannya masing-masing.
  • *.com: digunakan untuk keperluan komersial
  • *.biz: digunakan untuk keperluan bisnis
  • *.org: digunakan untuk keperluan organisasi
  • *.edu: digunakan untuk keperluan edukasi/pendidikan
8.ccTLD – Country Code Top Level Domain berarti, domain tersebut akan membawa identitas negara dan menunjukkan bahwa isi website tersebut diperuntukkan bagi masyarakat yang berada di negara tersebut, seperti domain dengan akhiran inisial negara .id, .sg, .au.
Di Indonesia sendiri, banyak variasi domain yang dapat digunakan perusahaan untuk melengkapi URL website mereka. Contohnya:
  • *.ac.id: digunakan bagi lingkungan akademik/perguruan tinggi dengan ketentuan dan kebijakan yang telah ditentukan.

  • *.co.id: digunakan bagi organisasi komersial yang hanya diperuntukan bagi perusahaan tersebut.

  • *.sch.id: digunakan bagi akademik/sekolah

  • *.web.id: digunakan oleh personal maupun organisasi Indonesia.
THANK YOU for visiting my blog :)

IP address

Apa itu IP Address? Pengertian dan Jenis-Jenisnya


Pengertian IP Address

Banyak orang telah beralih ke media sosial sebagai media komunikasi. Akan tetapi, setidaknya setiap orang masih memiliki dan menggunakan nomor telepon agar dapat terhubung dengan sesama.


IP address adalah sebaris angka yang dimiliki setiap komputer, ponsel, atau gawai “pintar” lainnya yang terhubung melalui internet. Angka-angka ini berbeda di setiap perangkat dan digunakan untuk menghubungi satu sama lain.

Lalu, bagaimana seseorang bisa mengakses sebuah situs di internet dengan nomor-nomor tersebut? Perlu Anda ketahui juga bahwa semua situs merupakan kumpulan file dan data yang dijalankan pada server hosting tempat mereka disimpan — yang juga merupakan perangkat komputer.

Oleh karena itu, masing-masing website memiliki IP addressnya sendiri, seperti 74.125.224.72 yang digunakan oleh mesin pencarian Google. Namun, alamat IP situs seseorang mungkin sama dengan yang dimiliki webmaster lainnya.

FUNGSI IP ADDRESS
Pertama, IP address juga merupakan identitas sebuah komputer dalam jaringan internet. Dengan demikian, pemilik sebuah website dapat mengetahui semua IP address yang mengakses situsnya. Hal tersebut juga berlaku pada jaringan Wi-Fi publik.

Kedua, IP address berfungsi sebagai alamat pengiriman data ke perangkat Anda. Ketika Anda mengakses sebuah situs, sebenarnya ada proses pengunduhan data yang dikirim dari situs tersebut. Proses tersebut dimungkinkan berkat IP address.

Versi IP Address 
saat ini sudah ada lebih dari satu miliar website di dunia maya. Ditambah lagi, jumlah perangkat yang terhubung dengan internet pastinya lebih banyak dari itu. Oleh karenanya, kini ada dua versi IP address yang digunakan, yaitu IPv4 dan IPv6.

IPv4

Inilah versi IP address yang telah dipakai sejak internet mulai dimanfaatkan secara komersial. Selain itu, versi inilah yang paling banyak digunakan. Kemungkinan besar saat ini Anda sedang memakainya juga.
Sebuah alamat IPv4 memiliki panjang angka 32 bit dan terdiri dari empat kumpulan angka yang dipisahkan oleh titik. Masing-masing kumpulan angka tersebut adalah representasi desimal dari delapan digit (bit) angka biner.
Satu baris yang terdiri dari delapan angka biner tersebut juga disebut oktet. Setiap oktet bernilai maksimal 255. Karenanya, alamat IPv4 memiliki rentang dari 0.0.0.0 sampai 255.255.255.255. Dengan rentang tersebut, IPv4 dapat menampung hampir 4,3 miliar IP address.
Agar anda dapat mengilustrasikan penjelasan tersebut, berikut adalah beberapa contoh alamat IPv4:
  • *172.16.254.1
  • *172.146.80.100
  • *192.168.1.3
  • *172.16.254.1

IPv6

Versi IP address ini belum digunakan secara luas, tetapi diciptakan karena kapasitas IPv4 yang kian menipis. IPv6 memiliki panjang angka 128 bit dan terdiri dari delapan kumpulan angka dan huruf yang dipisahkan oleh titik dua. Masing-masing kumpulan tersebut merupakan representasi desimal dari 16 angka biner.
Oleh karena banyaknya kemungkinan kombinasi angka dan huruf yang ada, IPv6 dapat menampung 340.282.366.920.938.463.463.374.607.431.768.211.456 alamat. Dengan ini, pastinya dunia tidak akan kekurangan IP address untuk waktu yang cukup lama.
Salah satu contoh alamat IPv6 adalah 2001:cdba:0000:0000:0000:0000:3257:9652. Namun, kumpulan yang hanya terdiri dari angka nol biasanya tidak ditulis agar praktis. Lalu, bagian yang dihilangkan ditunjukkan dengan adanya dua tanda titik dua seperti berikut: 2001:cdba::3257:9652.
IP Publik dan IP Privat
IP address dikategorikan dalam dua jenis berdasarkan cakupannya, yaitu publik dan privat.

Publik

Sesuai namanya, IP address dengan jenis ini dapat diakses melalui jaringan internet. Oleh karena itu, IP address publik dimiliki oleh segala perangkat yang diperuntukkan khalayak umum. Server website, server email, dan router Wi-Fi adalah beberapa contoh device yang menggunakan alamat IP publik.
Baik IP address publik maupun privat memiliki rentang angka tersendiri (dan dibagi menjadi beberapa kelas yang akan dijelaskan pada bagian selanjutnya). Alokasi untuk rentang angka IP address berjenis publik diatur oleh Internet Assigned Numbers Authority (IANA). Apabila ada organisasi (contohnya penyedia layanan internet) yang ingin mendapatkan jatah IP publik, ia harus meminta izin ke badan otoritatif tersebut. 

Privat

IP address berjenis privat digunakan untuk komunikasi pada jaringan lokal. Contoh perangkat yang memiliki alamat IP privat adalah laptop, PC, dan ponsel. Masing-masing device tersebut dapat berkomunikasi dengan satu sama lain tidak melalui koneksi internet, tetapi pada jaringan lokal seperti local access network (LAN).
Nah, pada titik ini mungkin pertanyaan berikut muncul di benak Anda: bagaimana komputer saya bisa mengakses sebuah website jika alamat IP-nya berjenis privat? Jawabannya adalah karena device tersebut melakukannya melalui IP address publik milik router internet Anda sebagai perantara.

IP Dinamis dan IP Statis

 penyedia layanan internet sebenarnya memberikan dua jenis IP address, yaitu dinamis dan statis. Berikut adalah penjelasan atas keduanya.

Dinamis

IP address dinamis adalah jenis yang biasanya dimiliki oleh umum, termasuk Anda. Alamat IP ini diberikan oleh penyedia layanan internet secara cuma-cuma, tetapi tidak bersifat abadi.

Statis

Berkebalikan dengan jenis di atas, IP address statis “di-booking” oleh pihak yang menggunakannya.
Pengguna yang melakukan reservasi terhadap satu atau lebih alamat IP termasuk penyedia layanan web hosting, virtual private network (VPN), dan server file transfer protocol (FTP). Mereka membutuhkan IP address yang tidak berubah karena layanan yang bergantung padanya.
Tentunya, Anda harus membayar sejumlah biaya yang diberikan oleh penyedia layanan internet untuk mendapatkan IP address statis.

Shared IP dan Dedicated IP

jika menjalankan satu atau lebih website, perlu diketahui bahwa ada dua jenis IP address yang digunakan oleh server web hosting, yaitu shared dan dedicated IP.

Shared IP

Dengan penjelasan sebelumnya mengenai IP publik, pastinya Anda sudah paham bahwa masing-masing server website memiliki satu alamat IP.
Nah, shared IP biasanya terdapat pada server shared hosting, di mana semua penggunanya berbagi seluruh sumber daya server tersebut, termasuk IP address-nya. Tak hanya itu, semua domain milik seorang pengguna juga memakai alamat IP yang sama.

Dedicated IP

Jika shared IP dipakai bersama-sama oleh semua pengguna pada suatu server, dedicated IP hanya digunakan oleh satu domain.
Meskipun jenis IP address ini umumnya ditawarkan pada server dedicated hosting dan cloud VPS hosting, beberapa penyedia layanan web hosting memperbolehkan pelanggannya untuk menggunakan dedicated IP pada server shared hosting.

Kelas IP Address
IP address IPv4 juga dibagi menjadi beberapa kelas. Masing-masing memiliki rentang angka serta jumlah maksimal alamat IP dan jaringan:
  • Kelas A
    Rentang angka : 0.0.0.0 – 127.255.255.255
    Jumlah maksimal alamat IP : 16.777.216
    Jumlah maksimal jaringan : 128
  • Kelas B
    Rentang angka : 128.0.0.0 – 191.255.255.255
    Jumlah maksimal alamat IP : 1.048.576
    Jumlah maksimal jaringan : 16.384
  • Kelas C
    Rentang angka : 192.0.0.0 – 223.255.255.255
    Jumlah maksimal alamat IP : 65.536
    Jumlah maksimal jaringan : 2.097.152
  • Kelas D
    Rentang angka : 224.0.0.0 – 239.255.255.255
    Jumlah maksimal alamat IP : tidak didefinisikan
    Jumlah maksimal jaringan : tidak didefinisikan
  • Kelas E
    Rentang angka : 140.0.0.0 – 255.255.255.255
    Jumlah maksimal alamat IP : tidak didefinisikan
    Jumlah maksimal jaringan : tidak didefinisi

THANK YOU for visit my blog :)

pengertian, fungsi dan cara kerja dns

Apa Itu DNS?



Domain Name System atau DNS adalah sebuah sistem yang memungkinkan manusia dan komputer untuk berkomunikasi secara lebih mudah. Manusia menggunakan nama, komputer menggunakan angka, dan DNS berada di antara mereka untuk menyesuaikan nama dengan angka dalam daftar tertentu. Kita bisa mengambil contoh aplikasi Kontak pada ponsel pintar atau smartphone.
Pada dasarnya, DNS adalah sistem tentang database terdistribusi di dalam jaringan dengan fungsi dasar mengubah permintaan hostname tertentu kepada nomor IP spesifik yang dimengerti komputer. Informasi tersebut disimpan di dalam sebuah direktori yang berada di dalam server nama domain.

Fungsi DNS

berikut adalah tiga fungsi DNS:
  1. 1.Meminta informasi IP Address sebuah     website berdasarkan nama domain;
  2. 2.Meminta informasi URL sebuah     website berdasarkan IP Address yang dimasukkan;
  3. 3.Mencari server yang tepat untuk     mengirimkan email.

  4. Bagian-bagian DNS

  5. Prinsip dasar cara kerja DNS adalah dengan cara mencocokkan nama komponen URL dengan komponen IP Address. Setiap URL dan IP Address memiliki bagian-bagian yang saling menjelaskan satu dengan yang lain.

  6. *Root-Level Domain merupakan bagian tertinggi dari hirarki DNS. Biasanya ia berwujud tanda titik (.) di bagian paling belakang sebuah URL.

  7. *Top-Level Domain adalah ekstensi yang berada di bagian depan root-level domain. Terdapat dua jenis TLD yang umumnya dipakai. Keduanya, yaitu Generic Top-Level Domain (GTLD) dan Country Code Top-Level Domain (CCLTD).

  8. GTLD biasanya menjelaskan sifat institusi dari pemilik web. Katakanlah, website untuk tujuan komersial biasanya memiliki ekstensi .COM. Lalu, .EDU untuk institusi pendidikan dan .GOV untuk lembaga pemerintahan.

  9. Di sisi lain, CCLTD merupakan ekstensi yang menjelaskan asal negara dari pemilik situs. Misalnya, akhiran .ID untuk website Indonesia, .AU untuk Australia, .UK untuk Inggris, dan sebagainya.

  10. Second-Level Domain ialah nama lain untuk domain itu sendiri. Ia sering digunakan sebagai identitas institusi atau branding. Dalam kasus URL en.wikipedia.org, yang dimaksud SLD adalah wikipedia.

  11. Third-Level Domain atau subdomain merupakan bagian dari domain utama yang berdiri sendiri. Apabila domain diibaratkan sebagai rumah, subdomain adalah salah satu  ruang khusus di rumah itu sendiri.

  12. Hostname atau bisa disebut juga dengan scheme. Ini merupakan bagian yang mengawali sebuah URL. Bagian ini menunjukkan sebuah fungsi dari sebuah website atau halamannya. Contoh paling banyak digunakan, yaitu HTTPS atau Hypertext Transfer Protocol Secure.

 Cara Kerja DNS?

Cara kerja DNS meliputi beberapa langkah dan melalui struktur DNS. Langkah pertama dimulai dengan sebuah DNS query, sebuah permintaan informasi.
Mari menggunakan contoh pencarian informasi melalui browser dengan mengetikkan google.com.
Awalnya, server DNS akan mencari informasi di dalam filehost – sebuah file plain text dari sistem operasi yang bertanggung jawab atas pemetaan hostname ke alamat IP. Jika tidak ada informasi yang ditemukan, server akan mencari cache – sebuah komponen hardware atau software yang menyimpan data untuk sementara.
Umumnya untuk caching adalah di dalam sebuah web browser dan Internet Service Providers (ISP). Jika tidak ada informasi yang ditemukan, maka akan muncul pesan error.
apa itu dns

DNS Recursor

Karena query dikirim secara rekursif, maka server bisa saja meminta bantuan server lain demi memenuhi permintaan yang dikirimkan oleh browser klien. Itulah yang disebut dengan sebuah DNS recursor. DNS Recursor layaknya sebuah agen yang akan terus berusaha untuk menyediakan informasi yang diperlukan. Bahkan jika harus meminta bantuan langsung dari Root Server DNS.

Root Nameserver

Root DNS Server, atau juga dikenal dengan root nameserver, berada pada tingkat tertinggi di hirarki DNS. Root nameserver tidak memiliki nama yang formal dan dilabeli dengan (string kosong). Anda dapat membayangkan sebuah bank sebagai referensinya.
Dalam praktiknya, DNS recursive resolver mengirimkan permintaan ke Root Nameserver. Setelah itu, server akan merespons permintaan tersebut dengan memberitahu agen untuk mengakses area yang lebih spesifik, yaitu top-level-domain name server (TLD nameserver).

TLD Nameserver

Apa yang Anda lihat ketika mengakses Google atau Facebook? Dua platform tersebut memiliki nama domain yang diakhiri dengan .com. Domain .com adalah satu dari banyak domain populer. Server bagi domain jenis ini adalah TLD nameserver. Server tersebut bertanggung jawab untuk mengatur semua informasi tentang ekstensi domain yang umum.
Sebagaimana dengan permintaan untuk mengakses www.google.com, TLD .com sebagai satu-satunya delegasi yang akan merespons permintaan dari DNS resolver dengan mengarahkannya ke Authoritative DNS server, atau memanggil Authoritative Name Server.

Authoritative Nameserver

Ketika sebuah DNS resolver bertemu dengan authoritative nameserver, saat itulah jawaban akan pertanyaan yang dikirimkan seputar nama domain diberikan. Authoritative nameserver memiliki semua informasi tentang nama domain pada server. Nameserver ini menyediakan resolver rekursif ke alamat IP yang ditemukan di record.

 Demikianlah penjelasan tentang apa itu DNS,fungsi,bagian-bagian dan cara kerja DNS.